Thursday, June 16, 2011

Satu Lubang; Dua Dunia Berbeza

Pernah dan selalu sangat kita mendengar kata-kata masyarakat hari ini menyebut sebegini bila ditegur perbuatan buruknya " kau sibuk apa? kubur lain-lain kan?". Oleh itu, buat sahabat-sahabat dan golongan-golongan yang masih lagi berkeras dengan prinsip kubur lain-lain, maka persiapkanlah diri untuk memandikan jenazah sendiri, membawanya kekuburan sendiri dan mengebumikannya sendiri. Mungkin cerita-cerita dibawah kubur dibawah ini agak menarik.


Abul-Laits dengan sanadnya meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. berkata: "Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Seorang mukmin jika sakaratulmaut didatangi oleh Malaikat dengan membawa sutera yang berisi masik (kasturi) dan tangkai-tangkai bunga, lalu dicabut rohnya bagaikan mengambil rambut didalam adunan sambil dipanggil: "Ya ayyatuhannafsul muth ma'innatur ji'i ila robbiki rodhiyatan mardhiyah." (Yang bermaksud) "Hai roh yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan perasaan rela dan diridhoi. Kembalilah dengan rahmat dan keridhaan Allah."


Maka jika telah keluar rohnya langsung ditaruh diatas misik dan bunga-bunga itu lalu dilipat dengan sutera dan dibawa ke illiyyin. Adapun orang kafir jika sakaratulmaut didatangi oleh Malaikat yang membawa kain bulu yang didalamnya ada api, maka dicabut rohnya dengan kekerasan sambil dikatakan kepadanya: "Hai roh yang jahat keluarlah menuju murka Tuhammu ketempat yang rendah hina dan siksaNya, maka bila telah keluar rohnya itu, diletakkan diatas api dan bersuara seperti sesuatu yang mendidih kemudian dilipat dan dibawa ke sijjin."


Alfaqih Abu Ja'far meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Umar r.a. berkata: "Seorang mukmin jika diletakkan dikubur maka diperluaskan kuburnya itu hingga 70 hasta dan ditaburkan padanya bunga-bunga dan dihamparkan sutera, dan bila ia hafal sedikit dari al-quran cukup untuk penerangannya jika tidak maka Allah s.w.t. memberikan kepadanya nur cahaya penerangan yang menyerupai penerangan matahari, dan didalam kubur bagaikan pengantin baru, jika tidur maka tidak ada yang berani membangunkan kecuali kekasihnya sendiri, maka ia bangun dari tidur itu bagaikan masih kurang masa tidurnya dan belum puas.


Adapun orang kafir maka akan dipersempit kuburnya sehingga menghancurkan tulang rusuknya dan masuk kedalam perutnya lalu dikirimkan kepadanya ular segemuk leher unta, maka ia akan makan dagingnya sehingga habis dan bersisa tulang semata-mata, lalu dikirim kepadanya Malaikat yang akan menyiksa iaitu yang buta tuli dan bisu dengan membawa puntung dari besi yang langsung dipukulkannya, sedang Malaikat itu tidak mendengar suara jeritannya dan tidak melihat keadaannya supaya tidak dikasihaninya, selain itu lalu dihidangkan siksa neraka itu tiap pagi dan petang."


Itulah cerita-cerita dua dunia berbeza didalam satu kubur yang kita tengok bagaikan tiada apa-apa dengan mata kita yang kasar ini. Semalam dan bulan lepas baru sahaja bersalaman dengan si dia, sedangkan hari ini dia sudah masuk kedalam lubang kubur itu. Bagaimanakah keadaan si dia ya? Doakanlah yang terbaik buat sekalian Mukmin. Ya Allah selamatkanlah kami semua dari azab kubur,Ya Allah selamatkanlah kami semua dari azab kubur,Ya Allah selamatkanlah kami semua dari azab kubur dan segala fitnah didalamnya.


Jom puasa rejab dan baca surah al-Mulk sebelum tidur..Lazimilah zikir pagi dan petang supaya terselamat dari siksa kubur pagi dan petang.

Wednesday, June 15, 2011

Kuburan Bersaksi Pilu

Adapun semalam tentang kuburan memanggil yang dirinduinya, maka hari bagaimana pula dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul? Golongan-golongan kafir, munafik, fasiq dan yang suka melakukan kerosakan dimuka bumi dunia hari ini bagaimana keadaan mereka?


Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Adapun hamba yang kafir, jika akan meninggal dunia dan menghadapi akihirat, maka turun kepadanya Malaikat dari langit yang hitam mukanya dengan pakaian hitam, lalu duduk dimukanya sepanjang pandangan mata, kemudian datang Malaikulmaut dan duduk disamping kepalanya lalu berkata: "Hai roh yang jahat, keluarlah menuju murka Allah."


Maka tersebar disemua anggota badannya, maka dicabut rohnya bagaikan mencabut besi dari bulu yang basah, maka terputus semua urat dan ototnya, lalu diterima akan dimasukkan dalam kain hitam, dan dibawa dengan bau yang sangat busuk bagaikan bangkai, dan dibawa naik, maka tidak melalui malaikat melainkan ditanya: "Roh siapakah yang jahat dan busuk itu?"


Dijawab: "Roh fulan bin fulan." dengan sebutan yang amat jelek sehingga sampai dilangit dunia, maka minta dibuka, tetapi tidak dibuka untuknya. Kemudian Nabi Muhammad s.a.w membaca ayat: "Laa tufattahu lahum abwabus samaa'i, wala yad khuluunal jannata hatta yalijal jamalu fisamil khiyaath." (Yang Bermaksud) "Tidak dibukakan bagi mereka itu pintu-pintu langit dan tidak dapat masuk syurga sehingga unta dapat masuk dalam lubang jarum."


Kemudian diperintahkan: "Tulislah orang itu dalam sijjin." Kemudian dilemparkan rohnya itu bagitu sahaja sebagaimana ayat "Waman yusyrik billahi fakaan nama khorro minassama'i fatakh thofuhuth thairu au tahwi bihirrihu fimakaanin sahiiq." (Yang bermaksud) "Dan siapa mempersekutukan Allah, maka bagaikan jatuh dari langit lalu disambar helang atau dilemparkan oleh angin kedalam jurang yang curam."


Kemudian dikembalikan roh itu kedalam jasad didlam kubur, lalu didatangi oleh dua Malaikat yang mendudukkannya lalu bertanya: ""Siapa Tuhanmu?" Maka dijawab: "Saya tidak tahu". Lalu ditanya: "Apakah agamamu?" Maka dijawab: "Saya tidak tahu"


Ditanya lagi: "Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutuskan ditengah-tengah kamu?" Dijawab: "Saya tidak tahu". Lalu ditanya: "Bagaimanakah kamu mengetahui itu?" Maka dijawab: "Saya tidak tahu"


Maka terdengar suara seruan dari langit: "Dusta hambaku, hamparkan untuknya dari neraka dan bukakan baginya pintu neraka, maka terasa olehnya panas hawa neraka, dan disempitkan kuburnya sehingga terhimpit dan rosak tulang-tulang rusuknya.


Kemudian datang kepadanya seorang yang buruk wajahnya dan busuk baunya sambil berkata: "Sambutlah hari yang sangat jelek bagimu, inilah saat yang telah diperingatkan oleh Allah kepadamu." Lalu ia bertanya: "Siapakah kau?" Jawabnya: "Aku amalmu yang jelek." Lalu ia berkata: "Ya tuhan, jangan percepatkan kiamat, ya Tuhan jangan percepatkan kiamat."


Bagaimana kita ya? Di mana kita ya? Ya Allah, selamatkanlah kami dari azab dan siksa kubur. Ya Allah, selamatkanlah kami dari azab dan siksa kubur. Ya Allah, selamatkanlah kami dari azab dan siksa kubur. Tetapkanlah hati kami di jalan agama-Mu, wahai pemilik sekalian hati yang membolak-balikkan sekalian hati.
InsyaAllah bersambung..

Katil Berdebu Pasir

Saya rimas melihat katil yang tidak tersusun, tidak kemas dan berdebu. Oleh itu, membersihkan diri dan mengemas kehidupan adalah suatu kewajipan sebagaimana disaran didalam surah Muddatsir ayat 4. Dan bersihkanlah pakaianmu.Sekadar bersih pakaian tidak cukup untuk menjadi muslim yang bertaqwa. Tapi, itulah asas didalam Islam didalam mempelajari ilmu fiqh ibadah sekalipun, itulah asasnya. Diteruskan lagi dengan suruhan supaya menjauhi perbuatan buruk, menambun harta yang banyak dan bersabar di dalam menuju keredhaan Allah.


Apapun, kita pasti tidak mengisahkan langsung tentang katil yang kemas atau pun tidak saat kita mendengar dentuman petir dan guruh yang hampir-hampir meluruhkan jantung hati. Namun, kita terlupa bahawasanya menghadap bersemuka dengan Malaikat Mungkar dan Nakir itu sebenarnya lebih menakutkan dan mematikan akal, andainya diri kita kurang persiapan bekal, hati, lidah dan amal perbuatan kehidupan sehari-harian.


Saat itu, pasti sekali yang ada hanyalah sebuah katil bertilamkan tanah, pasir dan debu. Bagaimana kita saat itu ya? Tidur lena beberapa detik sebagai seorang mukmin yang rindukan akhirat atau bermati-matian menahan azab seksa kerana dosa-dosa yang tiada sempat kita taubati kepada Allah? Hidup ini satu pilihan. Pilihlah untuk menjadi Mukmin.


Al-fatihah, buat satu kenalan saya, Adha Amerudin dan seorang kenalan rapat abah, Pakcik Loh di Kok Lanas yang meninggal hari ini. al-fatihah..

Tuesday, June 14, 2011

Kuburan Memanggil Rindu

InsyaAllah saya cuba belajar untuk menulis dan menghantar entri secara berterusan walaupun sedikit-sedikit dan pendek. Selalu juga hati kita lupa dan suka sangat kepada benda-benda yang tidak elok. Bahkan lebih teruk sehingga akhirnya hati kita menjadi rosak, sakit, tenat dan akhirnya boleh mati terlebih dahulu sebelum matinya badan kita dicabut roh. Oleh itu, mari seketika kita melawat taman-taman syurga yang selalu hidup dengan peringatan buat yang lupa. Ini sedikit perkongsian tentang cerita kuburan


Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Albaraa' bin Aazib r.a. berkata:

"Kami bersama Nabi Muhammad s.a.w keluar menghantar jenazah seorang sahabat Anshar, maka ketika sampai kekubur dan belum dimasukkan dalam lahad, Nabi Muhammad s.a.w duduk dan kami duduk disekitarnya diam menundukkan kepala bagaikan ada burung diatas kepala kami, sedang Nabi Muhammad s.a.w mengorek-ngorek dengan dahan yang ada ditangannya, kemudian ia mengangkat kepala sambil bersabda:

"Berlindunglah kamu kepada Allah dari siksaan kubur.". Nabi Muhammad s.a.w mengulangi sebanyak 3 kali."


Lalu Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Sesungguhnya seorang mukmin jika akan meninggal dunia dan menghadapi akhirat (akan mati), turun padanya malaikat yang putih-putih wajahnya bagaikan matahari, membawa kafan dari syurga, maka duduk didepannya sejauh pandangan mata mengelilinginya, kemudian datang malaikulmaut dan duduk didekat kepalanya dan memanggil: "Wahai roh yang tenang baik, keluarlah menuju pengampunan Allah dan ridhaNya."


Nabi Muhammad s.a.w bersabda lagi: "Maka keluarlah rohnya mengalir bagaikan titisan dari mulut kendi tempat air, maka langsung diterima dan langsung dimasukkan dalam kafan dan dibawa keluar semerbak harum bagaikan kasturi yang terharum diatas bumi, lalu dibawa naik, maka tidak melalui rombongan malaikat melainkan ditanya: "Roh siapakah yang harum ini?"


Dijawab: "Roh fulan bin fulan sehingga sampai kelangit, dan disana dibukakan pintu langit dan disambut oleh penduduknya dan pada tiap-tiap langit dihantar oleh Malaikat Muqarrbun, dibawa naik kelangit yang atas hingga sampai kelangit ketujuh, maka Allah berfirman: "Catatlah suratnya di illiyyin. Kemudian dikembalikan ia kebumi, sebab daripadanya Kami jadikan, dan didalamnya Aku kembalikan dan daripadanya pula akan Aku keluarkan pada saatnya."


Maka kembalilah roh kejasad dalam kubur, kemudian datang kepadanya dua Malaikat untuk bertanya: "Siapa Tuhanmu?" Maka dijawab: Allah Tuhanku. Lalu ditanya: "Apakah agamamu?" Maka dijawab: "Agamaku Islam" Ditanya lagi: "Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutuskan ditengah-tengah kamu?" Dijawab: "Dia utusan Allah". Lalu ditanya: "Bagaimanakah kamu mengetahui itu?" Maka dijawab: "Saya membaca kitab Allah lalu percaya dan membenarkannya"


Maka terdengar suara: "Benar hambaku, maka berikan padanya hamparan dari syurga serta pakaian syurga dan bukakan untuknya pintu yang menuju kesyurga, supaya ia mendapat bau syurga dan hawa syurga, lalu luaskan kuburnya sepanjang pandangan mata." Kemudian datang kepadanya seorang yang bagus wajahnya dan harum baunya sambil berkata: "Terimalah khabar gembira, ini saat yang telah dijanjikan Allah kepadamu." Lalu bertanya: "Siapakah kau?" Jawabnya: "Saya amalmu yang baik." Lalu ia berkata: Ya Tuhan, segerakan hari kiamat supaya segera saya bertemu dengan keluargaku dan kawan-kawanku."

InsyaAllah bersambung..

Monday, June 13, 2011

Soal Hati Sejenak

Dalam dua keluaran catatan yang sebelum ini, ada saya berjanji untuk bercerita sedikit tentang jangan berputus asa. Oleh, itu jangan berputus asa untuk menanti walaupun ianya mungkin bukan catatan yang terbaik kali ini buat membayar janji itu. Dalam soal kehidupan seharian, kita pasti mahu dan ada sesuatu yang ingin dicapai dalam kehidupan seharian kita. Kita mahu memiliki harta yang banyak, kereta yang mewah, keluarga bahagia, kesihatan yang berterusan dan hati yang tenang.

Namun, cukuplah sebenarnya dengan memiliki hati yang tenang itu untuk mengalahkan keinginan-keinginan yang lain seperti mahukan kereta mewah, isteri yang cantik, harta bertimbun, pengikut yang ramai, serta terkenal dikhalayak ramai. Kerana hati yang tenang langsung tidak memerlukan benda selainnya. Bahkan keinginan-keinginan lain itu tidak akan pernah padam dan surut melainkan setelah memiliki hati yang tenang.

Kenapa bicara soal hati dalam kaitan putus asa? Sahabat-sahabat yakin orang yang putus asa itu hatinya tenang? Jarang sekali orang-orang yang putus asa itu memiliki hati yang tenang. Bahkan seorang mukmin itu yang memiliki hati yang tenang kerana banyak mengingati Allah. Bahkan juga sifat berputus asa itu bukanlah dari sifatnya seorang mukmin.

Kenapa kita sangat perlukan hati yang tenang? Hanya mereka yang punya hati yang tenang sahaja diucapkan ucapan selamat yang cukup berharga dari Allah. Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhan kamu dalam keadaan redha dan diredhai, masuklah bersama hamba-hambaKU, masuklah kedalam syurgaKu. Ini janji Allah buat hati dan jiwa yang tenang. Aik, tadi kata hati, tiba-tiba bawa ayat tentang jiwa pula ni? Hati yang tenang itu datang dari jiwa yang bersih. Jiwa yang bersih itu boleh menguatkan hati untuk mengembang dan bersedia menghadapi sebarang sakit pedih ranjau kehidupan. Lalu, hasilnya adalah sebuah hati yang tenang tersedia untuk menempuh hidup.

Hati itu tenang bila cukup makanannya. Makanannya itulah dia zikrullah. Mengingati Allah. Bahkan dijanjikan Baginda Nabi Muhammad Sallallahu 'alaihi wasallam tentang dua perkara yang pasti menghidupkan hati, "bacaan al-Quran dan memperbanyakkan mengingati mati". Ini dua ubat asas dan paling mujarab dalam nak mengubat hati. Cubalah dulu ya disamping membiasakan diri dengan puasa sunat di bulan Rejab ini. =)

InsyaAllah saya akan berkongsi sesuatu dari soal kematian selepas ini. Jangan berputus asa ya mengejar rahmat Allah. =)
bersambung esok..

Wednesday, June 8, 2011

Ehlam Ma'aya, Bumi Malaysia

Dream with me,
Of a tomorrow that is coming,
And if it does not come.
We will bring it ourselves.
We will stride upon this path.
Our many footsteps will lead us to our dream.

Dream with me,
Of a tomorrow that is coming,
And if it does not come.
We will bring it ourselves.
We will stride upon this path.
Our many footsteps will lead us to our dream.

No matter how many times we fall,
We will be able to rise again,
Find the way through, challenge and defy the dark clouds,
We'll find our night transformed into a thousand days,
Only if we dream.

No matter how many times we fall
We will be able to rise again,
Find the way through, challenge and defy the dark clouds,
We'll find our night transformed into a thousand days,
Only if we dream.

Dream with me, my friend,
Our footsteps will shorten the distance,
I care about my innocent dream,
What ever it may be,
It will stand beside us,
No matter how long our journey becomes,

Even if we become lost, my friend,
Our reunion will rally us toward our dream,
Toward our dream,
Toward our dream..
Toward our dream...
Toward our dream....

Only if we dream,
(dream is coming true)

-Ayuh mimpi bersamaku-


Catatan ringkas melihat kebangkitan rakyat mesir menentang kezaliman regim mubarak. Revolusi 25 Januari. Tapi sayang sekali kan, hari ini di bumi Malaysia ramai anak-anak muda yang khayal dengan dunia hiburan, tidak cukup dengan bahaya AF yang maha dahsyat meracuni anak muda, ditambah lagi dengan bermacam ragam program 'realiti' TV yang sebenarnya adalah program 'khayalan' TV.

Apa lagi mahu disedihkan, rakyat menderita kelaparan, tiada kecukupan sara hidup, anak-anak berantakan, keluarga huru-hara, semuanya tidak apa-apa, asalkan projek masuk, dapat bawa isteri pergi melancong keluar negara, habiskan duit negara untuk memuaskan hati isteri, itu sudah cukup bagiku (suara hati diktator dunia akhir zaman dari generasi ke generasi).

Orang-orang soleh jarang bermimpi. Kalau bermimpi, biasanya ada petunjuk di situ. Semoga mimpi sekalian orang soleh mahu melihat Islam kembali dijunjung seperti zaman awal kedatangan Islam ke Melaka menjadi nyata. Teruskan bekerja, bekerja, bekerja dan bekerja dengan iringan doa kepada Pemilik segala Kerajaan langit dan bumi. Segalanya milik Dia. Semoga Allah permudahkan. Tunisia, Yaman, Mesir, Bahrain, Syria. Angin perubahan ini takkan berhenti.

Semoga Allah tetapkan hati-hati ini didalam agama-Nya, jalan-Nya, menempuh cabaran cemeti merah yang takutkan kebenaran, kebebasan, kejujuran, ketulusan, integriti, kebaikan, keadilan yang mana semuanya itu terangkum dibawah Islam yang ditunjuk Rasulullah.


#Ayuh, 9 Julai 'ziarah' Kuala Lumpur, BERSIH 2. Yosh!
p/s: Jangan lupa solat, doa, zikir dan teruskan menuntut ilmu sampai ke liang lahad.

Monday, June 6, 2011

Hidung Tak Mancung Lebih Baik

Susahnya kan untuk istiqamah? Susah juga untuk berjumpa di rumah Allah dengan orang-orang yang mengaku berjuang di jalan Allah. Susahnya kan untuk terus menulis? Susah betul untuk memberi masa membuat kebaikan dan melawan hasutan syaitan ini kan? Kalau banyak kebaikan mahu ditulis, pasti banyak juga alasan dan kerja-kerja tidak penting dan mengganggu diperjalanan. Alhamdulillah selesai membaca artikel tentang istiqamah dari guru saya, al-Habib Syed Abdul Kadir al-Joofre. Sebelum itu terbaca juga artikel tentang "Nasihat, tidak wajib dilaksanakan?".

Dua artikel yang kena atas batang hidung sendiri yang tidak mancung ini. Bilamana dinasihati, maka kita wajib melaksanakan perkara yang dinasihati itu selagi mana ianya bertepatan dengan dalil saranan dan tuntutan Allah dan Rasulullah sollallahu 'alaihi wasallam. Tuan Guru menceritakan kisah-kisah istiqamah dan memukul sedikit tentang orang yang tidak istiqamah dalam berdakwah menggunakan blog. Alhamdulillah hati ini terasa.

Dalam hati melawan malas untuk menulis, teringat artikel tentang nasihat tentang perkara kebaikan itu sebenarnya wajib dituruti. Bahkan terlalu banyak dalil didalam al-Quran dan as-sunnah menceritakan tentang ini. Oleh itu, saya mahu menjadi murid yang baik ini, menulis sedikit malam ini melawan kelesuan.

Pagi tadi melihat teman sekerja merawat seorang pesakit (mencuci hidung post-operation). Pesakit yang didiagnos atropic rhinitis (pengecilan @ degenerasi sel-sel, otot-otot yang berkaitan dengan hidung disebabkan oleh jangkitan kuman). Saya melihat keadaan yang sangat menyeksakan dengan hilangnya sebuah hidung yang asal anugerah Ilahi, maka seorang manusia perlu mencari gantinya dari bahagian badan yang lain, perlu mencantumkannya dengan titanium dan membentuknya untuk menyokong hidung yang baru.

Apapun, proses ini mengambil masa berbulan-bulan, berperingkat-peringkat pembedahan untuk pengambilan kartilej dan kulit buat menampung bahagian yang hilang. Maka pesanan buat saya dan sekalian pengunjung, bersyukurlah dengan apa yang ada. Semuanya milik Allah. Kita sendiri akan dicabut nyawa oleh Allah bila-bila masa.

Oleh itu, tak usahlah dibisingkan hidung saya lebih mancung atau hidung saya kurang mancung, kerana mempunyai hidung itu sebenarnya satu nikmat besar dari Allah yang selalu kita lupakan. "Maka, nikmat Allah yang mana lagi mahu kita dustakan?"

p/s: Saya menulis sambil melihat sekumpulan pelajar Islam sedang bermain futsal dan bersukan di awal pagi jam 1.30am dilapangan asrama. Semoga Allah mengumpulkan jiwa-jiwa bersemangat waja ini untuk sama-sama bangun mengadap Allah di rumah Allah dan berpenat lelah di jalan Allah bersama-sama juga disamping berpenat lelah setiap hari dipadang futsal dan padang rumput.

Wednesday, June 1, 2011

Solat; Tempat Melatih Fokus

Sudah lama ana tak menulis. Sekadar berkongsi beberapa tips untuk kali ini insyaAllah. Untuk mendapatkan solat yang berfokus (baca: khusyuk), pertama sekali kita perlu buang segala yang boleh menghalang kita untuk fokus. Segala kekotoran dan segala keraguan. Kedua, fokus kepada sesuatu perkara sahaja dalam satu masa. Dalam solat kita diajar thoma'ninah dalam setiap pergerakan kita. Perlu sangat untuk kita tahu apa yang kita sedang buat itu. Dan sebenarnya kita bersolat ini kita sedang menghadap siapa ya? Solat penuh dengan falsafah. Melatih kita fokus, melatih kita merasa nikmat rasa kehambaan, dan melatih kita melawan nafsu yang menyuruh kita jangan solat. Menarik betul petua kecemerlangan yang dikongsi Mohd Arif Hussin kepada saya 7 tahun yang lampau saat di Maahad. Petua dia cemerlang ialah katanya kena khusyuklah dalam solat. Itu sahaja. Sangat menarik bukan? =)

Dalam Kehidupan Pula?
Bagaimana untuk fokus? Berikan satu tarikh akhir buat diri sendiri. Kemudian berilah hadiah kepada diri sendiri jika berjaya menghabiskan sebelum 'dateline' dan hukumlah diri sendiri jika tidak berjaya. Keduanya, buatlah kerja dalam 10 minit dan rehat 2 minit. Anda akan terkejut jika berjaya melakukan ini secara perlahan tapi berterusan. Ataupun petua lain yang biasa kita dengar ialah 30 minit bekerja dan rehat 5-6 minit. Apapun, petua-petua kecil sebegini sebenarnya tidaklah payah. Yang payah ialah untuk memulakannya dan meneruskan melakukannya walaupun sedikit.

Oleh sebab itu, ana usahakan juga untuk menulis walaupun sedikit dan mungkin kurang tersusun kali ini. Biar sedikit, tapi berterusan insyaAllah. Hari ini hari jumaat, hari ini 1 Rejab, ayuh banyakkan berselawat dan beristighfar. Jangan lupa baca Quran. InsyaAllah Rahmat Allah selalu bersama kita kalau kita tidak berputus asa ya. Doakan ana juga, insyaAllah akan menulis tentang putus asa dan melarikan diri dalam entri akan datang.

Masa Itu Nyawa