Saturday, April 3, 2010

Menyebarkan Salam Berarti Menebar Cinta Kasih



Dari Abu Darda' ra. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Pada hari kiamat nanti Allah akan mem-bangkitkan beberapa kaum; di wajah mereka terdapat cahaya; mereka berada di atas mimbar-mimbar yang ter-buat dari permata. Orang orang ini kepadanya, padahal mereka bukan para nabi dan bukan pula syuhada."


Abu Darda' berkata, "Seorang Arab Badui tiba-tiba ber-lutut dan berkata, 'Wahai Rasulullah, sebutkan sifat-sifat mereka kepada kami sehingga kami dapat mengenali mereka.' Rasulullah saw. bersabda, 'Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, dari kabilah dan negara yang berbeda-beda, berkumpul untuk melakukan dzikrullah.'" (HR. Thabrani dengan sanad Hasan)


Seorang muslim yang mempunyai dasar hati yang bersih ketika membaca hadits ini, dengan kehalusan perasaan dan kesadaran hati nurani, tentu takjub dengan anugerah ilahiah itu. Suatu anugerah yang hanya diberikan Allah kepada orang-orang tertentu; bukan para nabi dan bukan pula para syuhada, namun orang lain ingin sekali menjadi seperti mereka karena kedudukannya di sisi Allah swt. Sifat-sifat mulia yang dapat mengangkat derajat pemiliknya ini mampu menggerakkan perasaan seorang Badui, hingga la bertanya kepada Rasulullah saw. agar lebih mengenal mereka, tertarik, lalu mencintai mereka. Juga agar ia dapat membantu mereka dalam menegakkan kebenaran.


Rasulullah saw. menjelaskan, "Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, dari kabilah dan negara yang berbeda-beda, berkumpul untuk melakukan zikrullah." Rasulullah saw. telah memudahkan jalan untuk mereka, agar hati dapat bertemu dengan hati, ruh saling berpelukan, nurani terpaut dengan nurani, dan perasaan pun menjadi dinamis.


Inilah cara dakwah yang cerdas, yang dapat menjadikan hati orang-orang beriman berdebar-debar karena rindu dan ingin bertemu dengan saudara-saudara mereka tercinta. Alangkah agungnya perkataan orang Badui itu, "Wahai Rasulullah, sebutkan sifat-sifat mereka kepada kami sehingga kami dapat mengenali mereka."


Setiap kali Rasulullah saw. menjelaskan sifat-sifat mereka yang luhur dan akhlaknya yang tinggi, setiap kali pula kerinduan itu bertambah, sebagaimana dikata-kan dalam sebuah hadits. "Ruh adalah satu pasukan yang solid: yang saling mengenal akan saling terikat, yang saling mengingkari akan bercerai-berai."


Da'i yang terbimbing dengan pertolongan Allah senantiasa mendukung berbagai kebaikan, keutamaan, dan akhlak mulia, baik yang ada pada saudaranya sendiri maupun pada yang lain, sehingga ia sendiri menjadi penganjur dan penyeru kepadanya. Selain itu, ia gemar menyebutkan berbagai perilaku mulia yang sementara tersembunyi pada diri orang lain. Dengan itulah ia menjadi mediator yang mengantarkannya ke hati mereka.


Syair menuturkan:
Saya mencintainya sebelum melihat
Karena indahnya sifat yang disebut
Seperti surga yang dicinta
Karena keindahannya, meski belum diindra


-Jalan Menuju Hati-

No comments:

Masa Itu Nyawa