Sunday, March 28, 2010

Mati Yang Sebenarnya Hidup








Date of Birth
March 1937, Ashkelon, British Mandate of Palestine


Date of Death
22 March 2004, Gaza Strip, Occupied Territories, Israel (missile attack)


Personal Quotes
"Death threats do not frighten us, we are in search of martyrdom."

"Mati dalam ketaatan lebih baik dari hidup dalam kedurhakaan" - Tuan Guru


Dedikasi kumpulan suara gerakan dari Indonesia kepada mereka-mereka yang pergi dahulu

Saat langit berwarna merah saga
Dan kerikil perkasa berlarian
Meluncur laksana puluhan peluru
Terbang bersama teriakan takbir

Semua menjadi saksi
Atas langkah keberanianmu
Kita juga menjadi saksi
Atas keteguhanmu

Ketika yahudi-yahudi membantaimu
Merah berkesimbah di tanah airmu
Mewangi harum genangan darahmu
Membebaskan bumi jihad Palestlna

Perjuangan telah kau bayar dengan jiwa
Syahid dalam clnta-Nya


Monolog hati;

" Syekh Ahmad Yassin kekurangan fizikal. Kami sempurna fizikal. Tapi syekh, rohani dan jiwanya besar sekali. Kami semua terlalu kecil jiwa dan kekurangan kekuatan rohani. Butanya syekh terbuka mata hati, melihatnya kami mata hati selalu terbuta dan dibutakan. Syekh mati dalam sebenarnya hidup abadi di sisi Tuhan, kami hidup yang sebenarnya mati sebelum mati. Alangkah ramainya manusia yang mati sebelum mati kerana menghalang keilmuan dan cahaya Iman dan Islam dari tersebar. Mati sebelum mati yang jika dilihat dari mata hatiku tika mana tersingkapnya hijab, aku melihat ramainya mayat hidup berjalan kesana ke mari bersuka ria melupakan dirinya sebenarnya hanyalah hamba kepada sang Pemilik dan sang Raja segala Raja "


-vitamin diri-
22 Mac 2010,
Kuantan.

No comments:

Masa Itu Nyawa